Memilih nama untuk anak bukan hanya soal indah terdengar, tetapi juga mengandung doa dan harapan dari orang tua.
Selain nama depan dan nama belakang, nama tengah kini semakin populer digunakan. Nama tengah bisa menjadi identitas tambahan yang membuat rangkaian nama lebih unik sekaligus bermakna dalam.
Lalu, bagaimana cara membuat nama tengah yang indah, tidak pasaran, dan penuh arti? Simak panduan berikut.
1. Tentukan Nilai atau Filosofi yang Ingin Dimasukkan
Sebelum memilih nama tengah, tanyakan dulu: makna apa yang ingin Anda sematkan? Apakah ingin menonjolkan nilai religius, budaya, sifat baik, atau makna simbolis tertentu?
Contoh:
- Religius: “Aqila” (cerdas), “Nayla” (pemberian).
- Sifat baik: “Aruna” (fajar, awal yang cerah), “Satya” (setia).
- Simbolis: “Cendana” (wangi, harum), “Samudra” (luas, penuh kebesaran).
2. Sesuaikan dengan Nama Depan dan Nama Belakang
Nama tengah harus harmonis dengan nama depan dan belakang. Perhatikan irama, panjang kata, serta konsistensi bahasa.
Tips:
- Jika nama depan singkat, pilih nama tengah yang sedikit lebih panjang agar seimbang.
- Usahakan semua nama dalam satu rumpun bahasa (misalnya semua dari bahasa Sanskerta, Arab, atau Latin).
Contoh:
- Nama depan: Alya → Nama tengah: Safira → Nama belakang: Putri
- Nama depan: Dewa → Nama tengah: Ardana → Nama belakang: Pratama
Baca juga: Panduan Merangkai Nama Anak yang Indah dengan Tiga Suku Kata
3. Cari Inspirasi dari Berbagai Bahasa dan Budaya
Untuk mendapatkan nama yang unik, jangan ragu mengeksplorasi berbagai bahasa. Banyak nama indah yang jarang digunakan, tetapi memiliki arti dalam.
Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan tools Name Generator dari Berinama.com. Cukup masukkan kriteria sederhana seperti bahasa yang diinginkan atau arti tertentu (misalnya “cahaya”, “kebijaksanaan”, atau “ketangguhan”), lalu sistem AI akan memberikan ide-ide nama yang relevan dan penuh makna.
Cara ini praktis untuk memperluas pilihan sekaligus menemukan inspirasi nama yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.
Contoh inspirasi:
- Bahasa Sanskerta: “Anindya” (tak bercela), “Mahesa” (raja besar).
- Bahasa Latin: “Caelia” (langit), “Lucius” (cahaya).
- Bahasa Jepang: “Haruto” (matahari terbit), “Aiko” (anak yang dicintai).
4. Pastikan Mudah Diucapkan dan Ditulis
Nama tengah yang indah akan kehilangan pesonanya jika terlalu sulit dieja atau diucapkan. Pilih nama yang:
- Tidak terlalu panjang (2–3 suku kata ideal).
- Mudah dieja dalam bahasa sehari-hari.
- Tidak menimbulkan salah arti ketika disebutkan.
5. Gunakan Kombinasi yang Penuh Harmoni
Nama depan, tengah, dan belakang harus membentuk satu rangkaian indah. Anda bisa mencoba menyebutkan nama lengkap beberapa kali untuk memastikan bunyinya enak didengar.
Contoh kombinasi:
- “Nadia Arunika Prameswari” → terdengar lembut dan bermakna “wanita bangsawan yang bercahaya”.
- “Raka Dirga Mahardika” → terdengar gagah dengan makna “pemimpin besar yang merdeka”.
Baca juga: Tips Memadukan Nama Depan, Tengah, dan Belakang dengan Harmonis
6. Cek Makna di Berbagai Sumber
Sebelum menetapkan nama, pastikan arti nama tersebut benar. Gunakan kamus nama, sumber bahasa, atau bahkan bertanya kepada ahli bahasa/budaya. Jangan sampai nama yang indah ternyata memiliki arti negatif di bahasa lain.
Membuat nama tengah yang unik dan bermakna bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga kehati-hatian dalam memilih. Dengan memperhatikan makna, keselarasan, kemudahan pengucapan, dan harmoni keseluruhan, nama anak akan menjadi doa yang indah sepanjang hidupnya.
Jadikan nama tengah bukan sekadar tambahan, tetapi identitas berharga yang membawa arti mendalam.
